Media Central Pendidikan, Donggala – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SDN 6 Dampelas, Kabupaten Donggala, resmi ditutup pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti oleh 23 peserta didik baru serta empat siswa lama.

Suasana penutupan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat. Sejak pagi, para peserta didik hadir didampingi orang tua yang mengantar putra-putrinya pada hari terakhir kegiatan. Kehadiran orang tua menjadi simbol dukungan dan kasih sayang dalam mengantarkan anak memasuki jenjang pendidikan baru, sekaligus mempererat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SDN 6 Dampelas, Adil Djalilu, S.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah bertujuan membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah sehingga mereka merasa nyaman, aman, dan percaya diri.
“MPLS Ramah merupakan upaya untuk mengakrabkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, teman-teman, serta para guru. Dengan begitu mereka dapat hadir ke sekolah tanpa rasa takut maupun sungkan,” ujar Adil saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, MPLS Ramah merupakan komitmen sekolah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.
Ia menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan jauh sebelum tahun pelajaran baru dimulai. Sejak berakhirnya Tahun Pelajaran 2025/2026, panitia telah dibentuk dan seluruh perangkat kegiatan dipersiapkan, mulai dari pemasangan spanduk dan baliho hingga penyusunan materi MPLS yang melibatkan seluruh guru.
Selama lima hari pelaksanaan, pihak sekolah melihat adanya perubahan positif pada peserta didik. Siswa yang pada awalnya masih malu dan pendiam mulai menunjukkan keberanian untuk berinteraksi dengan teman maupun guru.
“Perubahan itu terlihat sejak hari pertama hingga hari terakhir. Anak-anak yang sebelumnya masih banyak diam kini mulai berani berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” tuturnya.
Adil menegaskan bahwa MPLS merupakan kegiatan penting yang perlu dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran, khususnya di tingkat sekolah dasar. Selain membantu siswa baru beradaptasi, kegiatan ini juga menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif sejak hari pertama masuk sekolah.
Berbagai kegiatan selama MPLS dirancang secara edukatif dan menyenangkan. Peserta didik dikenalkan dengan profil sekolah, tata tertib, fasilitas belajar, serta berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan potensi, karakter, dan semangat belajar mereka.
Di akhir kegiatan, Adil berharap seluruh peserta didik baru mampu menjalin keakraban dengan teman sekelas, antarkelas, guru, maupun tenaga kependidikan sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis.
“Kami berharap keakraban terus tumbuh di antara para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah sehingga anak-anak merasa senang belajar dan termotivasi meraih prestasi,” harapnya.
Pelaksanaan MPLS Ramah menjadi momentum penting bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, memahami tata tertib dan budaya sekolah, serta menumbuhkan semangat belajar, mempererat kebersamaan, dan memotivasi mereka untuk meraih prestasi.
Jurnalis: Herdik Lakaeng

















