Media Central Pendidikan Indonesia – Dampelas — Pelaksanaan proyek revitalisasi di SMAN 1 Dampelas menjadi perhatian, pihak sekolah tentang penerapan K3 dalam proses renovasi setelah adannya sorotan.khususnya terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses renovasi berlangsung. Kepala SMAN 1 Dampelas, Irham, S.Pd., menyampaikan bahwa aspek keselamatan telah menjadi perhatian pihak sekolah sejak pekerjaan revitalisasi mulai dilaksanakan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Irham mengatakan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan kepada seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, agar tidak mendekati area bangunan yang sedang direnovasi. Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas pekerjaan konstruksi memiliki risiko yang harus dihindari oleh pihak sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jauh-jauh sebelumnya saya sudah sampaikan kepada siswa, dan guru Ketika bangunan itu sudah mulai dikerjakan atau direnovasi, maka tidak diperbolehkan mendekati bangunan yang direnovasi karena jelas ada risikonya,” ujar Irham.
Selain pembatasan akses ke area pekerjaan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja juga menjadi bagian yang diperhatikan. Irham menjelaskan bahwa perlengkapan keselamatan telah disiapkan oleh pihak sekolah dan penggunaannya telah disampaikan kepada para pekerja yang melaksanakan renovasi.

Namun, menurutnya, dalam pelaksanaan di lapangan masih terdapat pekerja yang belum terbiasa menggunakan APD secara lengkap. Sebagian pekerja terkadang hanya menggunakan rompi dan sepatu, sementara penggunaan helm keselamatan belum dilakukan secara konsisten.
“APD alat pengaman diri pekerja sudah disampaikan. Cuma terkadang tukang yang kami percaya untuk melaksanakan renovasi bangunan yang ada di SMAN 1 Dampelas ini tidak terlalu nyaman menggunakannya secara utuh. Biasanya hanya rompinya, kemudian sepatunya. Kalau helm, mereka tidak terlalu memperhatikan,” jelasnya.
Irham menegaskan bahwa ketidakbiasaan pekerja menggunakan APD secara lengkap tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan keselamatan. Jika penggunaan APD secara lengkap merupakan ketentuan dalam pekerjaan, maka para pekerja harus tetap menggunakannya.
“aturan mengharuskan mereka menggunakan APD, ya harus tetap digunakan. Walaupun mereka tidak terbiasa, keselamatan tetap harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menyediakan perlengkapan keselamatan, termasuk helm dan sepatu, dan akan terus mengingatkan para pekerja agar penggunaan APD dapat dilakukan secara lebih lengkap selama pekerjaan berlangsung. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi risiko di lingkungan sekolah yang pada saat bersamaan masih menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Pihak sekolah juga mengingatkan agar siswa, guru, tetap menjauhi lokasi pekerjaan. Hal ini menjadi penting karena keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab para pekerja, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan seluruh pihak sekolah dalam menjaga jarak dari area yang sedang direnovasi.
Revitalisasi SMAN 1 Dampelas diharapkan dapat menghasilkan sarana pendidikan yang lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi para siswa dan guru. Namun, di balik pembangunan tersebut terdapat tanggung jawab yang tidak kalah penting, yakni memastikan setiap tahapan pekerjaan berlangsung dengan memperhatikan keselamatan.
Sebab, sebuah sekolah bukan hanya tempat berdirinya gedung dan ruang kelas, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan cita-cita generasi muda. Karena itu, pembangunan sarana pendidikan yang baik semestinya berjalan seiring dengan penerapan keselamatan kerja yang baik pula. Bangunan yang baru akan menjadi lebih berarti apabila proses pembangunannya juga mampu memberikan rasa aman bagi semua yang berada di dalam lingkungan sekolah.
Jurnalis Herdik lakaeng/ Red

















