Media Central Pendidikan Indonesia.DONGGALA, 5 Oktober 2026 — Ajang Grand Final Apresiasi Duta Genre Kabupaten Donggala Tahun 2026 berlangsung meriah di Kasiromu, Kabupaten Donggala, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, gagasan, kreativitas, serta kepedulian terhadap pembangunan generasi berencana tersebut diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Donggala.
Salah satu peserta yang berhasil mendapat perhatian dalam ajang tersebut adalah Siti Nurfarahain, siswi SMAN 1 Sindue Tombusabora. Dalam kompetisi tersebut, Nurfarahain berhasil melangkah hingga delapan besar, kemudian menembus lima besar, dan akhirnya berhasil meraih Juara Harapan II Duta Genre Kabupaten Donggala Tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMAN 1 Sindue Tombusabora sekaligus menunjukkan bahwa pelajar SMA di Kabupaten Donggala memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam berbagai program kepemudaan dan pembangunan generasi muda.
Dalam babak penentuan, suasana semakin menegangkan ketika pembawa acara memberikan kesempatan kepada Nurfarahain untuk memilih salah satu dewan juri yang akan memberikan pertanyaan kepadanya.
Nurfarahain kemudian memilih dewan juri nomor 10, Tri Nofayanti, S.Pd.
Pertanyaan yang diberikan pun cukup menantang dan berkaitan langsung dengan kemampuan seorang Duta Genre dalam membangun kebersamaan antarpusat informasi dan konseling remaja atau PIK-R di Kabupaten Donggala.
“Jika kamu terpilih menjadi Duta Genre, bagaimana strategi yang akan kamu lakukan untuk merangkul semua PIK-R yang satu dengan yang lain di Kabupaten Donggala agar dapat berjalan bersama, saling mendukung, dan memiliki ruang yang sama untuk berkembang tanpa adanya perbedaan atau perlakuan khusus terhadap PIK-R yang satu dengan PIK-R yang lain?”
Mendapat pertanyaan tersebut, Nurfarahain menjawab dengan tenang dan terstruktur.
Ia terlebih dahulu memaparkan program yang menjadi gagasannya, yakni “Aksi Bersuara”.
Menurut Nurfarahain, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan dan pembentukan PIK-R baru, tetapi juga bagaimana menghidupkan kembali PIK-R yang telah ada di berbagai wilayah Kabupaten Donggala agar dapat kembali aktif, berkembang, dan berjalan secara berkelanjutan.
“Sebelumnya saya ingin memaparkan program saya, yaitu Aksi Bersuara. Tujuannya bukan hanya pengembangan dan pembentukan, tetapi bagaimana cara saya mengaktifkan kembali PIK-R yang satu dengan yang lainnya yang sudah ada di wilayah Kabupaten Donggala agar bisa berkelanjutan,” ujar Nurfarahain dalam jawabannya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah membangun komunikasi dan kolaborasi antarpelajar serta PIK-R dari berbagai sekolah.
Menurutnya, setiap PIK-R memiliki potensi, pengalaman, kreativitas, dan keunggulan masing-masing. Karena itu, diperlukan ruang yang sama agar seluruh PIK-R dapat saling belajar, berbagi pengalaman, mendukung satu sama lain, serta bersama-sama menjalankan program yang berdampak positif bagi remaja.
“Tentunya saya bisa membangun PIK-R yang satu dengan yang lainnya dengan cara berkolaborasi antara PIK-R yang satu dengan PIK-R yang lainnya,” lanjutnya.
Gagasan tersebut memperlihatkan pentingnya membangun jejaring antarsekolah, khususnya SMAN dan sederajat di Kabupaten Donggala, sehingga program Genre tidak hanya berjalan secara individu di masing-masing sekolah, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pelajar.
Melalui kolaborasi tersebut, PIK-R diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi remaja untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, memperluas wawasan, serta saling memberikan dukungan dalam mewujudkan generasi muda yang berencana dan berkualitas.
Keberhasilan Nurfarahain menembus delapan besar, lima besar, hingga meraih Juara Harapan II menjadi bukti bahwa pelajar dari sekolah di wilayah Kabupaten Donggala mampu bersaing dan menyampaikan gagasan yang konstruktif di tingkat kabupaten.
Ajang Grand Final Apresiasi Duta Genre 2026 pun menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian berbicara, kemampuan memimpin, kepedulian terhadap sesama remaja, serta semangat membangun kolaborasi antarsekolah.
Dari Kasiromu, Kabupaten Donggala, semangat generasi muda untuk bersatu, berkolaborasi, dan tumbuh bersama kembali digaungkan melalui ajang Duta Genre 2026.
Red Syahzan

















