Media Central Pendidikan Indonesia – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di TK PKK Kaliburu berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi peserta didik baru untuk mulai mengenal lingkungan sekolah, para guru, teman sebaya, serta berbagai aktivitas pembelajaran yang akan mereka jalani. Kehadiran orang tua yang mendampingi anak-anak pada hari pertama sekolah turut menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Kepala TK PKK Kaliburu Muliati,S.Pd mengatakan bahwa MPLS memiliki peran yang sangat penting dalam membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Menurutnya, masa pengenalan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan fasilitas dan warga sekolah, tetapi juga menumbuhkan rasa aman, nyaman, percaya diri, serta semangat belajar sejak dini. Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua yang menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengantarkan putra-putrinya ke sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik tingginya semangat masyarakat, Kepala Sekolah mengungkapkan adanya persoalan yang menjadi perhatian serius, yakni keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. Saat ini proses pembelajaran hanya dapat memanfaatkan satu ruang kelas karena ruang kelas lainnya mengalami kerusakan dan tidak lagi layak digunakan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam mengatur proses belajar mengajar agar tetap berjalan dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun ajaran ini jumlah peserta didik baru mencapai sekitar 50 orang. Angka tersebut merupakan jumlah pendaftar terbanyak yang diterima TK PKK Kaliburu selama delapan tahun terakhir kepemimpinannya. Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah menjadi kebanggaan sekaligus tantangan, mengingat kapasitas ruang belajar yang tersedia belum mampu mengimbangi jumlah peserta didik yang terus bertambah.
Selain keterbatasan ruang kelas, sekolah juga masih menghadapi kekurangan fasilitas penunjang lainnya, terutama sarana bermain di luar ruangan yang belum memadai. Padahal, bagi anak usia dini, kegiatan bermain merupakan bagian penting dari proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan motorik, sosial, emosional, serta kreativitas. Keterbatasan fasilitas tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Melalui momentum MPLS ini, TK PKK Kaliburu berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat terhadap kondisi sekolah. Perbaikan ruang kelas yang rusak, penambahan ruang belajar, serta penyediaan sarana bermain yang layak diharapkan dapat menjadi prioritas sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal. Dengan dukungan fasilitas l bagi seluruh peserta didik.
Jurnalis Syahzan

















